Kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah meskipun berbagai kebijakan insentif, seperti program pemutihan denda pajak dan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), telah diterapkan. Namun, penelitian terdahulu mengenai efektivitas kedua kebijakan tersebut masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemutihan denda pajak dan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada UPT SAMSAT Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemutihan denda pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor dengan nilai koefisien sebesar 0,552 dan p-value 0,000, sedangkan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0,479 dan p-value 0,000. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan kedua kebijakan insentif perpajakan menggunakan pendekatan SEM-PLS pada UPT SAMSAT Lubuk Pakam. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan insentif perpajakan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Motor vehicle taxpayer compliance remains a challenge for local governments despite the implementation of various tax incentive policies, such as tax penalty amnesty and Motor Vehicle Title Transfer Fee (BBNKB) exemption programs. However, previous studies have reported inconsistent findings regarding the effectiveness of these policies, indicating the need for further investigation. This study aims to analyze the effect of tax penalty amnesty and Motor Vehicle Title Transfer Fee (BBNKB) exemption on motor vehicle taxpayer compliance at UPT SAMSAT Lubuk Pakam. This research employed a quantitative approach with an associative research design. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents selected using purposive sampling and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The results indicate that tax penalty amnesty has a positive and significant effect on motor vehicle taxpayer compliance, with a path coefficient of 0.552 and a p-value of 0.000. Likewise, the Motor Vehicle Title Transfer Fee (BBNKB) exemption has a positive and significant effect on taxpayer compliance, with a path coefficient of 0.479 and a p-value of 0.000. The novelty of this study lies in the simultaneous examination of these two tax incentive policies using the SEM-PLS approach at UPT SAMSAT Lubuk Pakam. The findings are expected to provide valuable insights for local governments in evaluating the effectiveness of tax incentive policies to enhance motor vehicle taxpayer compliance.