Rendahnya kepatuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor yang mendorong penerapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan dan lama usaha terhadap penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Wenang, Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 95 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM, sedangkan lama usaha tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap penerapan SAK EMKM dengan kemampuan penjelasan model sebesar 62,5%. Kebaruan penelitian terletak pada penegasan bahwa kapasitas pendidikan menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan pengalaman operasional dalam mendorong penerapan SAK EMKM pada UMKM di wilayah perkotaan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan edukasi dan pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kepatuhan terhadap SAK EMKM. The low compliance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in preparing financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) highlights the importance of identifying factors that encourage its implementation. This study aims to analyze the effects of educational background and business duration on the implementation of SAK EMKM-based financial reporting among MSMEs in Wenang District, Manado City. A quantitative approach was employed involving 95 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that educational background has a positive and significant effect on the implementation of SAK EMKM-based financial reporting, while business duration has no significant effect. Simultaneously, both variables significantly affect SAK EMKM implementation, with the model explaining 62.5% of the variance. The novelty lies in demonstrating that educational capacity is more influential than operational experience in promoting SAK EMKM adoption among urban MSMEs. The findings imply the need for strengthened accounting education and training to improve MSMEs’ compliance with SAK EMKM.