Digital transformation in public administration requires information systems capable of providing integrated, accurate, and accessible data to various stakeholders. In this context, the Satu Data Information System in Lamongan Regency serves as an important instrument for supporting inter-agency data management and provision, as well as meeting the information needs of employees and the public. However, the effectiveness of information system implementation needs to be evaluated based on system quality, information quality, and service quality provided to users. This study aims to analyze the effectiveness of the Satu Data Information System in Lamongan Regency using the DeLone and McLean Information Systems Success Model. This study employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine the relationships among the variables in the research model. The study population consisted of 162 individuals, with a sample of 116 respondents. Data were collected through observation, interviews, and questionnaire distribution. The results indicate that the Satu Data Information System in Lamongan Regency has been implemented effectively in supporting information needs and employee performance. This effectiveness is supported by system quality, information quality, service quality, and regulations requiring the use of the Satu Data System as an integrated information system for data management and provision. These findings indicate that the successful implementation of government information systems requires continuous improvement in system quality, information quality, and service quality. Therefore, the management of the Satu Data System should conduct regular evaluations and system development to improve accessibility, information reliability, and system utilization in supporting government performance. ABSTRAK Transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan menuntut tersedianya sistem informasi yang mampu menyediakan data secara terintegrasi, akurat, dan mudah diakses oleh berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, Sistem Informasi Satu Data di Kabupaten Lamongan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengelolaan dan penyediaan data antarlembaga serta menunjang kebutuhan informasi pegawai dan masyarakat. Namun, efektivitas penerapan sistem informasi perlu dievaluasi berdasarkan kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Informasi Satu Data di Kabupaten Lamongan menggunakan model keberhasilan sistem informasi DeLone dan McLean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis hubungan antarvariabel dalam model penelitian. Populasi penelitian berjumlah 162 orang dengan sampel sebanyak 116 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Satu Data di Kabupaten Lamongan telah berjalan efektif dalam mendukung kebutuhan informasi dan menunjang kinerja pegawai. Efektivitas tersebut didukung oleh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, serta regulasi yang mewajibkan penggunaan Sistem Satu Data sebagai sistem informasi terpadu dalam pengelolaan dan penyediaan data. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi pemerintahan memerlukan peningkatan berkelanjutan pada kualitas sistem, informasi, dan layanan. Oleh karena itu, pengelola Sistem Satu Data perlu melakukan evaluasi dan pengembangan sistem secara berkala untuk meningkatkan aksesibilitas, keandalan informasi, dan pemanfaatan sistem dalam mendukung kinerja pemerintahan.