IPAS instruction on the “Budaya Daerahku” (My Local Culture) topic in elementary schools still faces challenges due to a lack of contextual learning media, resulting in teacher-centered instruction that does not optimally support student learning outcomes. This study aims to develop a board game learning media integrated with QR codes to improve the learning outcomes of fifth-grade students on the My Local Culture topic. This study employs a mixed-methods approach using the Research and Development (R&D) design based on the ADDIE framework. The research subjects were 17 fifth-grade students at SDN 1 Tirtomulyo, Kendal Regency. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, tests, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods. The results showed that the board game achieved a feasibility percentage of 87.36%, categorized as “highly feasible” based on evaluations by subject matter experts and media experts. The practicality of the medium received an average score of 96.17% categorized as “highly practical” based on the responses from the teacher and students. An effectiveness test using the Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001), with an N-Gain value of 0.4878, classified as moderate. The developed board game integrates QR Code that provide access to digital learning resources on the local culture of Kendal Regency, supporting a more interactive, contextual, and meaningful learning process. Thus, the developed board game is feasible and practical for use as an alternative learning media for IPAS and can support the improvement of elementary school students learning outcomes. ABSTRAK Pembelajaran IPAS pada materi Budaya Daerahku di sekolah dasar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan media pembelajaran kontekstual sehingga pembelajaran berpusat pada guru serta belum optimal dalam mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran board game terintegrasi QR Code untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi Budaya Daerahku. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan mixed methods. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas V SDN 1 Tirtomulyo, Kabupaten Kendal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game memperoleh persentase kelayakan sebesar 87,36% dengan kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Kepraktisan media memperoleh rata-rata 96,17% dengan kategori sangat praktis berdasarkan respons guru dan siswa. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,001) dengan nilai N-Gain sebesar 0,4878 yang termasuk dalam kategori sedang. Media ini mengintegrasikan QR Code yang terhubung dengan sumber belajar mengenai budaya Kabupaten Kendal sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna. Dengan demikian, board game yang dikembangkan sangat layak, sangat praktis, dan dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa sebagai alternatif media pembelajaran IPAS di sekolah dasar.