Kinanti Wijaya
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata melalui Implementasi Perkerasan Resap Air sebagai Teknologi Drainase Alami Kinanti Wijaya; Baharuddin Baharuddin; Ahmad Zulfikar; Aula Sekar Arum Pertiwi; I Gede Wyana Lokantara; Sahroni Sahroni
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4131

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi perkerasan jalan resap air untuk mengurangi genangan, meningkatkan kualitas akses, serta mendukung keberlanjutan kawasan wisata edukasi Kampong Jatirejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata dan masyarakat setempat. Tahapan pelaksanaan mencakup survei lokasi, identifikasi titik rawan genangan, perancangan teknis, sosialisasi, pelatihan, pembangunan prototipe perkerasan berpori, praktik lapangan, pendampingan, serta evaluasi. Pengetahuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test, sedangkan kinerja awal penerapan teknologi diamati melalui kondisi permukaan jalan dan kemampuan aliran air masuk ke lapisan bawah. Prototipe perkerasan resap air berbasis kombinasi grass block dan beton berpori berhasil diterapkan pada jalur akses wisata. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 62 menjadi 84 atau sebesar 35,5%. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai prinsip infiltrasi, pemasangan material, pengelolaan limpasan, dan pemeliharaan perkerasan. Secara visual, kondisi jalur menjadi lebih tertata dan potensi genangan berkurang setelah penerapan teknologi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan mitra dalam proses pembangunan dan transfer pengetahuan. Evaluasi lapangan juga menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan prosedur perawatan dasar, termasuk pembersihan permukaan, pengendalian sedimentasi, dan pemeriksaan jalur infiltrasi setelah hujan secara mandiri dan berkala. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi drainase sederhana, media pembelajaran lingkungan, serta model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada kawasan berbasis masyarakat dengan permasalahan serupa.