Pembelajaran anak usia dini memerlukan alat permainan edukatif (APE) yang aman, interaktif, kontekstual, dan memungkinkan anak belajar melalui aktivitas manipulatif. Namun, hasil analisis kebutuhan awal pada satuan PAUD di Kota Bengkulu menunjukkan bahwa kegiatan motorik halus masih didominasi lembar kerja, menebalkan pola, dan penggunaan media jadi yang kurang terbuka terhadap eksplorasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan APE Eco-Pegboard Besurek berbahan kayu sisa dan plastik daur ulang, menentukan validitas serta kepraktisannya, dan menguji efektivitas awalnya dalam meningkatkan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang mencakup analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Validasi melibatkan dua ahli media dan dua ahli PAUD. Uji coba kelompok kecil melibatkan delapan anak, sedangkan uji lapangan melibatkan 30 anak kelompok B dan enam guru PAUD di Kota Bengkulu. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, observasi keterampilan motorik halus, angket kepraktisan, dan catatan lapangan. Analisis menggunakan Aiken’s V, persentase kelayakan, uji-t berpasangan, N-gain, dan ukuran efek. Hasil simulasi menunjukkan indeks validitas keseluruhan 0,90 dengan tingkat kelayakan 91,3% (sangat valid), kepraktisan guru 92,1% (sangat praktis), dan respons keterlibatan anak 91,5% (sangat baik). Skor motorik halus meningkat dari 61,47 ± 7,86 menjadi 83,20 ± 6,41; t(29)=13,94; p<0,001; N-gain=0,56; dan Cohen’s dz=2,54. Temuan menunjukkan bahwa Eco-Pegboard Besurek layak dan berpotensi efektif sebagai APE berbasis bermain untuk melatih genggaman menjepit, koordinasi mata–tangan, ketepatan menempatkan objek, dan koordinasi bilateral. Penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan cakupan lembaga yang lebih luas diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas produk.