PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa dan industri yang memiliki unit pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa Value Stream Mapping (VSM) dapat mengidentifikasi pemborosan pada sektor manufaktur secara efektif, tetapi penerapan pada sektor jasa yang didominasi administratif masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang menyebabkan keterlambatan proses pengadaan serta Menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Value Stream Mapping. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Analisis dilakukan melalui penyusunan Current State Mapping, identifikasi aktivitas menggunakan Process Activity Mapping (PAM), analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram, penyusunan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H, dan penyusunan Future State Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual proses pengadaan memiliki lead time sebesar 35.640 menit dengan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 24%. Pemborosan yang paling dominan adalah waiting (45%) dan overprocessing (29%). Usulan perbaikan berupa penerapan sistem e-procurement, penetapan Service Level Agreement (SLA), peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, dan penggunaan checklist dokumen diproyeksikan mampu menurunkan lead time menjadi 23.760 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) menjadi 37%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka identifikasi pemborosan pada proses procurement berbasis Value Stream Mapping yang mengintegrasikan Process Activity Mapping, Fishbone Diagram, dan Future State Mapping sehingga dapat menjadi acuan peningkatan efisiensi proses pengadaan pada perusahaan jasa.