Hipertensi merupakan penyakit kronis dan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang cukup tinggi, yaitu mencapai 7.037 orang. Kondisi ini memerlukan pengelolaan jangka panjang, di mana kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sangat dipengaruhi oleh peran petugas kesehatan sebagai edukator, motivator, fasilitator, dan konselor. Ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin dapat mengakibatkan kegagalan mencapai target tekanan darah serta meningkatkan risiko komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran petugas kesehatan dalam upaya pengendalian hipertensi terhadap kepatuhan pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Analitik Observasional. Sampel sebanyak 48 pasien hipertensi dipilih menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Kuesioner digunakan untuk mengukur persepsi pasien terhadap peran petugas kesehatan dan tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Data univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (52,5%) menilai peran petugas kesehatan dalam kategori baik, sementara mayoritas responden (55,0%) memiliki tingkat kepatuhan yang kurang baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.