Infestasi parasit Sarcoptes scabiei var. hominis sering kali memicu penyakit kulit menular yang dikenal sebagai skabies, terutama di wilayah dengan iklim tropis. Di Kota Jambi, kawasan kerja Puskesmas Putri Ayu menjadi area dengan laporan kasus tertinggi, yakni mencapai 365 insiden pada tahun 2025. Fakta tersebut mendasari penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana hubungan antara personal hygiene (kebersihan diri) dan sanitasi lingkungan terhadap tingginya kasus skabies di Puskesmas Putri Ayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdesain observasional analitik dan menerapkan rancangan cross sectional. Populasi yang diamati berjumlah 365 pasien berdasarkan catatan rekam medis, di mana 40 di antaranya dipilih sebagai sampel melalui metode simple random sampling. Data primer diperoleh secara langsung melalui instrumen observasi serta pengisian kuesioner digital berplatform Google Form. Untuk menguji hipotesis, peneliti melakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kebersihan diri yang masih rendah (70,0%) dan menetap pada lingkungan bersanitasi buruk (67,5%). Pengujian bivariat mengonfirmasi bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian skabies (p-value = 0,000), begitu pula antara sanitasi lingkungan dengan penyakit tersebut (p-value = 0,000). Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan diri yang kurang serta sanitasi lingkungan yang tidak memadai merupakan faktor risiko dominan terhadap merebaknya skabies di area penelitian.