Low national literacy levels and the demand for equitable educational rights in inclusive schools present critical challenges for Indonesia's current education system. Teachers in inclusive classrooms often struggle to design accommodative instruction, particularly for students with Autism Spectrum Disorder (ASD) who require specific reading approaches. This Community Service Program (PKM) aims to enhance teacher competence in designing differentiated reading instruction tailored to the needs of students with special needs. This initiative represents a tangible step toward achieving Sustainable Development Goal (SDG) 4—Quality Education—specifically by ensuring inclusive, fair, and equitable access to education for all children. The seminar was conducted in person at an elementary school in Tangerang and attended by ten teachers. A pre-test and post-test design was used to measure changes in teacher knowledge before and after the intervention. The material covered the theoretical foundations of inclusive education, principles of differentiated instruction, and evidence-based reading strategies such as multisensory approaches, explicit instruction, and the use of visual supports. Wilcoxon Signed-Rank test results indicated a significant improvement in teacher competence (W = 0.000; z = –2.666; p = 0.009) with a very large effect size (rank-biserial correlation = –1.000). The average participant score rose sharply from 4.60 to 9.40, accompanied by a reduction in score variance, indicating more uniform and consistent understanding among the teachers. This program offers practical benefits by equipping educators with ready-to-use clinical-pedagogical skills while making a significant contribution to fostering inclusive, responsive, and evidence-based literacy practices in elementary school settings. ABSTRAK Rendahnya capaian literasi nasional serta tuntutan pemenuhan hak pendidikan yang setara di sekolah inklusif menjadi tantangan krusial dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini. Guru di kelas inklusif sering kali menghadapi kesulitan dalam merancang instruksi yang akomodatif, khususnya bagi siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang memerlukan pendekatan membaca spesifik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran membaca berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4 mengenai Pendidikan Bermutu (Quality Education), khususnya dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif, adil, dan setara bagi semua anak. Seminar dilaksanakan secara luring di sebuah sekolah dasar di Tangerang dan diikuti oleh sepuluh guru. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan guru sebelum dan sesudah intervensi. Materi yang diberikan mencakup landasan teori pendidikan inklusif, prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, serta strategi membaca berbasis bukti seperti pendekatan multisensori, instruksi eksplisit, dan penggunaan dukungan visual. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan (W = 0,000; z = –2,666; p = 0,009) dengan effect size yang sangat besar (rank-biserial correlation = –1,000). Rata-rata skor peserta meningkat tajam dari 4,60 menjadi 9,40, disertai penurunan variasi skor yang menandakan pemahaman guru menjadi lebih merata dan konsisten. Program ini memberikan manfaat praktis dalam membekali pendidik dengan keterampilan klinis-pedagogis yang siap pakai, sekaligus memberikan kontribusi penting dalam mendorong praktik literasi yang inklusif, responsif, dan berbasis bukti di lingkungan sekolah dasar.