Warisan kuliner merupakan salah satu bentuk identitas budaya yang mencerminkan sejarah, nilai sosial, dan kearifan lokal suatu masyarakat. Indonesia dan Taiwan memiliki berbagai makanan tradisional yang menunjukkan adanya pengaruh budaya Tionghoa, namun mengalami perkembangan yang berbeda sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan warisan kuliner tradisional Indonesia dan Taiwan melalui pendekatan gastronomi pada lima objek penelitian, yaitu Kue Ku, Lumpia, Mie Kuah Sapi, dan Onde-onde. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan checklist, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima makanan memiliki kesamaan pada aspek sejarah, nilai budaya, dan filosofi sebagai warisan kuliner masyarakat Tionghoa. Perbedaan ditemukan pada penggunaan bahan baku, teknik pengolahan, penyajian, cita rasa, serta fungsi sosial yang berkembang sesuai dengan karakteristik budaya Indonesia dan Taiwan. Selain sebagai identitas budaya, kelima makanan tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata gastronomi melalui pelestarian resep tradisional, inovasi produk, penyelenggaraan festival kuliner, dan promosi berbasis budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian gastronomi sekaligus menjadi referensi bagi upaya pelestarian warisan kuliner dan pengembangan pariwisata budaya di Indonesia maupun Taiwan.