This Author published in this journals
All Journal Historiography
yusiro fathan mubina
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MUATAN ETIKA PEMIKIRAN PUJANGGA JAWA DI KERATON SURAKARTA PADA ABAD 19 yusiro fathan mubina
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i32025p225-238

Abstract

At the beginning of the 19th century, the Keraton Surakarta was experiencing a crisis of socio-cultural values caused by the influx of elements of Western civilization. The poets of the Surakarta Palace created many piwulang or didactic literary works. The large number of piwulang literature that existed at that time was a response of the poets to the value crisis that occurred in the Surakarta Palace in the 19th century. This study aims to explain the ethical content contained in Serat Sanasunu by Yasadipura II and Serat Kalatidha by Ranggawarsita. This study uses a historical method that starts with heuristics, critiques, interprets, and historiography. The results of the study show that Serat Sanasunu explains that it can be said that one's ethical ideal is when one is able to reflect harmoniously the characteristics of priyayi, santri, farmers and merchants. Whereas in Serat Kalatidha it discusses that to always strive in a civilization based on eling lan waspada. Pada permulaan abad ke-19 Keraton Surakarta sedang mengalami krisis nilai sosial budaya yang disebabkan oleh masuknya unsur-unsur peradaban Barat. Pujangga Keraton Surakarta banyak menciptakan karya sastra yang bersifat piwulang atau didaktik. Banyaknya sastra piwulang yang ada pada masa itu merupakan respons para pujangga terhadap krisis nilai yang terjadi di Keraton Surakarta pada abad ke 19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan muatan etika yang terdapat dalam Serat Sanasunu karya Yasadipura II dan Serat Kalatidha karya Ranggawarsita. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dari heuristik, melakukan kritik, interpretasi, dan terakhir ialah historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Sanasunu menjelaskan dapat dikatakan ideal etika seseorang ketika mampu merefleksikan perwatakan dari para priyayi, santri, petani serta saudagar secara harmonis. Sedangkan pada Serat Kalatidha membahas bahwa untuk selalu berjuang dalam sebuah peradaban berdasarkan etika eling lan waspada.