Abstract Betawi culture is very diverse and has characteristics that can be found to this day, such as its art, food, language, and house architecture, which makes Betawi culture have an identity that can be used as legacy from each generation to be preserved. One of the cultural heritages that can captivate the Betawi soul when seeing in person is the Betawi traditional house in Jakarta. This article aims to preserve the preservation of Betawi traditional houses during the New Order era as a Betawi identity and is important for research as a form of Betawi cultural heritage that can continue to be preserved and preserved. This research uses historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. From this research, the results obtained show that Betawi traditional houses play a role maintaining Betawi heritage through distinctive characteristics that are different from traditional houses of other tribes. Through Betawi traditional houses, many Jakarta also make this place a place for Betawi ethnic gatherings in Jakarta to stay in touch and hold various art performances, and as a Betawi rental place during the New Order era. This shows that the Betawi traditional house is not only a place for the Betawi tribe to live but also a gathering place for Betawi families for social and religious events.Abstrak PBudaya Betawi sangatlah beragam dan mempunyai ciri khas yang bisa ditemukan sampai saat ini, seperti keseniannya, makanannya, bahasanya, dan arsitektur rumahnya, yang membuat budaya Betawi mempunyai identitas yang dapat dijadikan warisan dari setiap generasi ke generasi untuk bisa dilestarikan. Salah satu warisan budaya yang dapat memikat jiwa Betawi ketika melihat secara langsung yaitu rumah adat Betawi di Jakarta. Artikel ini bertujuan mengkaji pelestarian rumah adat Betawi pada masa Orde Baru sebagai identitas Betawi dan penting untuk dijadikan penelitian sebagai bentuk dari warisan budaya Betawi agar dapat terus dipertahankan dan dilestarikan. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah yaitu heutistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa rumah adat Betawi berperan dalam mempertahankan warisan Betawi melalui ciri khas yang berbeda dari rumah adat lainnya. Melalui rumah adat Betawi juga, banyak masyarakat Jakarta menjadikan tempat tersebut menjadi tempat perkumpulan etnis Betawi di Jakarta untuk bersilaturahmi serta melakukan berbagai pertunjukkan kesenian dan sebagai tempat kontrakkan Betawi pada masa Orde Baru. Dengan demikian menunjukkan bahwa rumah adat Betawi selain menjadi tempat tinggal suku Betawi namun juga sebagai tempat berkumpulnya para keluarga Betawi untuk acara sosial maupun keagamaan.