Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Estimasi Kehilangan Kinerja yang Berkaitan dengan Soiling pada PLTS Atap: Perbandingan PR Aktual, PVsyst, dan Respons Pembersihan di Gedung Cooling Water Pump PLTU Suralaya Setya Cahya Utama; Dhami Johar Damiri
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i2.2841

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap Gedung Cooling Water Pump (CWP) PLTU Suralaya beroperasi pada lingkungan industri yang berpotensi meningkatkan deposisi pengotor (soiling) akibat kedekatannya dengan area penimbunan batubara, aktivitas penanganan abu pembakaran, dan lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan mengestimasi kehilangan kinerja yang berkaitan dengan kondisi soiling melalui perbandingan Performance Ratio (PR) aktual dengan hasil simulasi PVsyst serta mengevaluasi respons kinerja setelah kejadian pembersihan modul. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain studi kasus ex post facto berdasarkan data operasi selama 22 bulan valid pada Januari 2024–Desember 2025 dan empat kejadian pembersihan yang diperlakukan sebagai natural experiments. Analisis dilakukan melalui perbandingan PR aktual dan simulasi, perubahan kinerja sebelum dan sesudah pembersihan, serta pemeriksaan pola kurva daya inverter terhadap iradiasi dan heatmap specific power. Hasil menunjukkan bahwa PR aktual rata-rata mencapai 70,88% pada 2024 dan 72,61% pada 2025, lebih rendah daripada PR desain sebesar 74,23%. Perubahan PR antarperiode sebelum dan sesudah pembersihan menghasilkan estimasi kehilangan kinerja terkait soiling sebesar 12,8%–36,7%; nilai tersebut diperlakukan sebagai upper-bound estimate yang masih terkonfounded oleh temperatur modul, mismatch, availability, clipping, curtailment, bias sensor iradiasi, degradasi, dan ketidakpastian model PVsyst. Pembersihan basah menunjukkan pemulihan PR yang lebih besar dibandingkan pembersihan kering, sedangkan analisis paired t-test terhadap empat kejadian pembersihan menunjukkan indikasi perbedaan kinerja yang bersifat eksploratori (p satu arah = 0,032; Cohen’s d = 1,43), sehingga hasil inferensial perlu ditafsirkan secara hati-hati. Estimasi deviasi produksi energi yang berkaitan dengan kondisi soiling mencapai 214,2 MWh atau sekitar Rp314,2 juta selama periode observasi, tetapi nilai tersebut tidak dapat sepenuhnya diatribusikan kepada soiling. Temuan menunjukkan adanya indikasi residual/cemented soiling yang lebih sulit dihilangkan melalui pembersihan kering. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui integrasi data PR aktual, simulasi PVsyst, dan respons pembersihan untuk mengidentifikasi indikasi kehilangan kinerja yang berkaitan dengan soiling pada PLTS di lingkungan industri pembangkit listrik. Hasil penelitian dapat menjadi dasar awal untuk perencanaan strategi pemeliharaan dan interval pembersihan, dengan mempertimbangkan bahwa diperlukan pengukuran soiling ratio secara langsung serta data lingkungan yang lebih lengkap untuk memperoleh estimasi kausal yang lebih kuat.