Stunting adalah masalah gizi dengan prevalensi tinggi tingkat global. Faktor stunting disebabkan oleh banyak faktor selain malnutrisi, paparan asap rokok dalam keluarga diduga menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap gangguan tumbuh kembang pada anak. Penelitian ini memiliki kebaruan yaitu integrasi faktor paparan asap rokok sebagai determinan lingkungan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menjelaskan intervensi perubahan perilaku merokok dalam keluarga. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan paparan asap rokok keluarga sebagai faktor risiko stunting anak berdasarkan tinjauan literatur berbasis Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA yang diperoleh dari basis data artikel 2021-2026 bersumber dari Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Dari 213 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan paparan asap rokok berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko stunting melalui mekanisme gangguan penyerapan nutrisi, peningkatan kerentanan infeksi, serta pengaruh sosial ekonomi keluarga. Pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) menegaskan bahwa sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap perilaku merokok orang tua yang dapat menimbulkan risiko terjadinya stunting pada anak. Kesimpulan dari penelitian bahwa pencegahan stunting tidak hanya intervensi gizi namun juga strategi perilaku perubahan berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menciptakan lingkungan keluarga bebas asap rokok sebagai upaya menurunkan risiko stunting berkelanjutan