Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA DAN GAYA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN DARING NURUL ANA; Hurul Wilda; Bulan Nuri; Novianti Novianti
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6 No 2 (2025): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/8r6b4q34

Abstract

kualitas matematika yang kurang memuaskan pada siswa Indonesia tampak jelas dari hasil Programme For International Student Assessment (PISA) 2022, yang mencatat skor rata-rata sebesar 366, menempatkan negara ini di peringkat 68 dari total 81 negara. Ini menunjukkan perluasan analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang menghambat pemahaman matematika. Peralihan besar-besaran ke pembelajaran online selama dan setekah pandemi COVID-19 (2020-2022) telah menambah kesulitan ini, terutama dengan meningkanya kecemasan terhadap mata pelajran matematika dan ketidakcocokan metode pembelajaran dengan berbagai gaya belajar siswa. Artikel ini memiliki tujuan untuk memetakan dan menggunakan bukti-bukti empiris tentang hubungan antara tantangan dalam pembelajaran matematika, kecemasan matematika, dan gaya belajar, khususnya dalam konteks pembelajaran daring, melalui Systematic Literature Review (SLR) yang berlandaskan protokol PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada empat sumber data (Google Scolar, Portal Garuda, ERIC, dan PubMed) dengan menggunakan kombinasi kata kunci yang terkontrol dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, mengidentifikasi 312 artikel. Setelah melakukan penyaringan, evaluasi kelayakan, dan pemilihan berdasarkan kriteria inkulasi (artikel jurnal terindeks, dari tahun 2019-2024, untuk siswa SD hingga SMA, serta ketersediaan teks penuh), didapatkan 30 artikel yang siap untuk dianalisis. Sintesis hasil menunjukkan: (1) terdapat hubungan negatifa yang signifikan antara kecemasan matematika dengan prestasi dalam mata peljaran ini (r = -0,27 hingga -0,58); (2) siswa dengan gaya belajar kinestetik dan auditori paling rentan terhadap tantangan dalam pembelajaran matematika daring; (3) pembelajaran daring yang tidak disesuaikan dengan pendekatan pedagogis semakin memperburuk kesulitan dalam hal produsen dan pemahaman konseptual; (4) terdapat interaksi timbal balik antara ketiga variabel tersebut dalam lingkungan daring. Artikel ini merekomendasikan adanya desain pembelajaran daring yang peka terhadap gaya belajar serta strategi intervensi berbasis bukti guna mengurangi kecemasan matematika.