Literasi matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang memungkinkan siswa memformulasikan, menerapkan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata. Meskipun demikian, capaian literasi matematis siswa di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan media pembelajaran interaktif yang mampu menjembatani representasi abstrak matematika dengan pengalaman kontekstual siswa. Desmos, sebagai kalkulator grafik daring dan pembangun aktivitas interaktif, semakin banyak digunakan dalam pembelajaran matematika untuk memfasilitasi eksplorasi, visualisasi, dan pemecahan masalah kontekstual. Kajian ini bertujuan mengulas secara sistematis bukti empiris mengenai peran aplikasi Desmos sebagai media digital interaktif dalam meningkatkan literasi matematis siswa pada rentang publikasi 2020–2026. Melalui penelusuran basis data akademik dan penyaringan berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, sebanyak 14 studi dianalisis dan disintesis secara tematik, mencakup distribusi tahun terbit, konteks geografis, metode penelitian, dan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Desmos secara konsisten berkontribusi terhadap pemahaman konseptual, keterlibatan belajar, dan kemampuan pemecahan masalah kontekstual siswa, meskipun penelitian yang secara eksplisit mengukur konstruk literasi matematis masih terbatas dan cenderung terkonsentrasi pada beberapa negara. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan yang mengukur literasi matematis secara langsung serta penguatan pelatihan guru dalam integrasi Desmos.