Ananias Erlita Mamu
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Lana Sugiarti; Kristianus Viktor Pantaleon; Ananias Erlita Mamu
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.239-247

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki siswa untuk melatih agar terbiasa menghadapi berbagai permasalahan, baik masalah dalam matematika, masalah dalam bidang studi lain ataupun masalah dalam kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam quasi experimental design dengan rancangan penelitian posttest only control group design dan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas ekperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng yang memperoleh mata pelajaran matematika. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakanpPosttest yang berupa soal uraian. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Pada hasil uji prasyarat menyatakan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal dan homogen. Sedangkan untuk hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran konstruktivis dan pembelajaran kooperatif yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial, diskusi kelompok, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Melalui kerja kelompok yang terstruktur, siswa memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertukar ide, menjelaskan konsep kepada teman, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif.