Latar Belakang : Gastritis masih menjadi keluhan yang banyak dialami mahasiswa, terutama di tengah aktivitas akademik yang padat. Kebiasaan melewati jam makan, memilih makanan cepat saji karena praktis, serta tekanan tugas dan perkuliahan membuat mahasiswa semakin rentan mengalami masalah lambung. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga mempengaruhi fokus belajar dan keseharian mereka. Penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana pola makan berperan dalam munculnya gejala gastritis pada mahasiswa Tingkat II Prodi S1 Keperawatan STIKes RSPAD Gatot Soebroto. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 83 mahasiswa yang dipilih melalui rumus Slovin. Data diperoleh menggunakan kuesioner mengenai pola makan dan gejala gastritis. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan batas signifikansi p < 0,10. Hasil : Mayoritas mahasiswa masih memiliki pola makan yang kurang baik (61,9%). Sebanyak 28,6% responden menunjukkan kondisi yang mendukung terjadinya gastritis. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis (p < 0,05). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur dan kurang sehat berkontribusi terhadap munculnya gastritis pada mahasiswa. Menjaga jadwal makan, memilih makanan yang lebih ramah bagi lambung, serta mengelola stres menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup mahasiswa dan mencegah gangguan lambung.