Zulfikri Zulfikri
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN PADA TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN Zulfikri Zulfikri; Kumbara Vicky Brama
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14002

Abstract

Dinamika pendidikan pada era sekarang menuntut lembaga pendidikan untuk mengimplementasikan sistem tata kelola administrasi berbasis digital yang adaptif, akuntabel, dan terukur. Namun demikian, proses transformasi digital di satuan pendidikan kerap mengalami hambatan akibat rendahnya tingkat kesiapan sumber daya manusia (SDM), yang justru memiliki peran lebih determinan terhadap keberhasilan adopsi teknologi dibandingkan sekadar ketersediaan sarana infrastruktur. Kajian ini dimaksudkan untuk memetakan tingkat kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Danau Kembar dalam menyongsong digitalisasi manajemen sekolah, mengidentifikasi berbagai faktor pemicu resistensi, serta menyusun strategi manajemen perubahan yang efektif bagi pimpinan lembaga pendidikan. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan metode campuran dengan desain explanatory sequential yang berfokus pada dinamika 18 tenaga pendidik dan kependidikan, melalui penyebaran angket serta pelaksanaan wawancara semi-terstruktur. Hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan tingkat literasi digital yang cukup signifikan, disertai tingginya kekhawatiran terhadap peningkatan beban kerja ganda yang berisiko memunculkan resistensi pasif apabila digitalisasi diberlakukan secara mendadak tanpa melalui tahapan transisi yang memadai. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemetaan kesiapan SDM merupakan prasyarat mutlak dalam menyusun cetak biru (blueprint) manajerial; oleh karena itu, kepala sekolah direkomendasikan untuk merancang program pelatihan berbasis tutor sebaya serta skema apresiasi yang suportif guna meminimalkan tingkat stres kerja selama berlangsungnya proses transisi.