Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Peternak Babi di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang Anderias Ngongo; Maria R. Deno Ratu; Fransiskus Y. D. Kadju
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14014

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang dengan tujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak babi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peternak babi di Kecamatan Sulamu. Metode penentuan contoh ada dua tahap yaitu tahap pertama adalah penentuan desa contoh sebanyak tiga desa, dan tahap kedua adalah penentuan peternak contoh sebanyak 105 responden dari tiap desa yaitu 35 responden. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis korelasi, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak babi di Kecamatan Sulamu masih dikelola secara tradisional dengan memanfaatkan tenaga kerja keluarga, penggunaan pakan lokal, dan sistem pemasaran langsung kepada konsumen maupun melalui pasar hewan. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa umur (X1), pendidikan(X2), pengalaman beternak(X3), jumlah anggota keluarga(X4, kepemilikan ternak(X5), dan jumlah ternak terjual(X6) memiliki hubungan terhadap pendapatan peternak, sedangkan jumlah anggota keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -1.371.559,99 +9.470.937,51X5+10.886.500,00X6. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan ternak, dan jumlah ternak terjual berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,88 yang berarti 88% variasi pedapatan dapat dijelaskan oleh variabel terkait. Usaha ternak babi yang dijalankan oleh peternak di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang telah memberikan pendapatan sebesar Rp 27.290.125,62/tahun
Analisis Kelayakan Usaha Peternak Ayam Broiler Di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Inosensius Alfando; Maria R. Deno Ratu; Fransiskus Y. D. Kadju
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 4 (2026): Vol.3 No. 4 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i4.301

Abstract

Usaha ayam broiler merupakan salah satu usaha yang memerlukan modal cukup besar untuk biaya pembuatan kandang, Day Old Chicken (DOC), dan pakan. Harga DOC dan pakan cenderung meningkat sehingga mempengaruhi pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pendapatan peternak ayam broiler, dan (2) kelayakan finansial usaha ayam broiler di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh peternak ayam broiler mandiri di Kecamatan Langke Rembong. Metode penentuan contoh ada dua tahap. Tahap pertama adalah penentuan kelurahan contoh secara sengaja dengan pertimbangan memiliki populasi peternak ayam broiler terbanyak dan diambil 5 kelurahan . Tahap ke dua adalah penentuan peternak contoh secara acak non proporsional sebanyak 20 peternak. per kelurahan contoh sehingga seluruh peternak contoh berjumlah 100 orang. Kriteria peternak contoh adalah telah beternak ayam broiler lebih dari dua tahun dengan bentuk usaha perorangan atau mandiri. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peternak berusia 38 tahun, berpendidikan SMA, dan telah beternak ayam broiler lebih dari dua tahun dengan bentuk usaha perorangan. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa modal investasi rata-rata sebesar Rp14.540.000 dengan luas kandang rata-rata 50 m², biaya produksi total rata-rata sebesar Rp19.862.500 per periode, penerimaan rata-rata peternak sebesar Rp31.500.000 per periode, sehingga pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp11.637.500 per periode. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai R/C sebesar 1,58 >1, nilai B/C sebesar 0,58 > 0, serta BEP unit sebesar 556 ekor dan BEP Rupiah sebesar Rp38.914.166. Kesimpulannya usaha ayam broiler tersebut sudah mampu menghasilkan pendapatan secara menguntungkan dan telah layak secara finansial sehingga dapat dilanjutkan dan dikembangkan.