Proses penuaan dapat disertai perubahan fungsi kognitif dan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan fungsi kognitif dapat mempengaruhi kemampuan lansia dalam mengambil keputusan, mengingat, berorientasi, dan menjalankan aktivitas secara mandiri. Oleh karena itu, identifikasi fungsi kognitif dan tingkat kemandirian penting dilakukan sebagai upaya identifikasi masalah pada lansia dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan kepada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 65 lansia sebagai responden. Variabel yang dianalisis meliputi fungsi kognitif dan tingkat kemandirian. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian. Untuk analisis hubungan, fungsi kognitif dikelompokkan menjadi fungsi kognitif utuh dan gangguan kognitif, sedangkan tingkat kemandirian dikelompokkan menjadi mandiri dan tidak mandiri. Uji Chi-Square digunakan sebagai uji utama dan Fisher's Exact Test digunakan sebagai pemeriksaan tambahan karena terdapat frekuensi sel yang kecil. Sebanyak 45 responden (69,2%) memiliki fungsi kognitif utuh dan 20 responden (30,8%) mengalami gangguan kognitif. Berdasarkan tingkat kemandirian, sebanyak 16 responden (24,6%) mandiri, 41 responden (63,1%) mengalami ketergantungan sebagian, dan 8 responden (12,3%) mengalami ketergantungan total. Pada analisis dua kategori, seluruh responden dengan gangguan kognitif berada pada kelompok tidak mandiri. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian (χ² = 9,433; p = 0,002). Hasil Fisher's Exact Test juga menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,00). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian lansia. Pemantauan fungsi kognitif dan kemampuan aktivitas sehari-hari perlu menjadi bagian dari pengkajian dan intervensi keperawatan gerontik.