Syifa Kamila Defayani
Universitas Esa Unggul Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Gaya Kelekatan terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan pada Laki-Laki Dewasa Awal yang Masih Lajang Syifa Kamila Defayani; Winanti Siwi Respati
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya jumlah laki-laki dewasa awal yang belum menikah di Indonesia serta pentingnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pemilihan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran gaya kelekatan terhadap preferensi pemilihan pasangan pada laki-laki dewasa awal yang masih lajang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian melibatkan 145 responden laki-laki berusia 20-40 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive dan insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Trent-Relationship Scales Questionnaire (T-RSQ) untuk mengukur gaya kelekatan (secure, dismissing, fearful, dan preoccupied) serta skala Nine-Mate Selection Question (NMSQ) untuk mengukur preferensi pemilihan pasangan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil uji regresi simultan maupun parsial menunjukkan bahwa keempat pola gaya kelekatan tidak berperan secara signifikan terhadap preferensi pemilihan pasangan pada laki-laki dewasa awal yang masih lajang (sig. = 0,810, p > 0,05). Kontribusi total keempat gaya kelekatan terhadap preferensi pemilihan pasangan hanya sebesar 1,1% (R Square = 0,011), sedangkan 98,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti status sosial-ekonomi, pendidikan, maupun faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan tidak terbukti, mengindikasikan bahwa gaya kelekatan lebih relevan menjelaskan aspek afektif atau kesiapan psikologis ketimbang kriteria kognitif dalam memilih pasangan.