Ucu Ida Farida
Universitas Esa Unggul Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kecerdasan Emosi Terhadap Resiliensi pada Perempuan Dewasa Awal Korban Kekerasan dalam Pacaran Ucu Ida Farida; Srifianti Srifianti
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.259

Abstract

Kekerasan dalam pacaran dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis pada perempuan dewasa awal, seperti kecemasan, rendah diri, trauma, ketakutan membangun hubungan kembali, dan tekanan emosional. Kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi setelah mengalami kondisi tersebut berkaitan dengan resiliensi, yang diduga salah satunya dipengaruhi oleh kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosi terhadap resiliensi pada perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 144 perempuan dewasa awal berusia 18–29 tahun yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran dan telah keluar dari hubungan tersebut, yang diperoleh melalui teknik incidental sampling. Resiliensi diukur menggunakan The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang terdiri atas 24 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,919. Kecerdasan emosi diukur menggunakan The Assessing Emotion Scale (AES) yang terdiri atas 25 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,885. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berperan positif dan signifikan terhadap resiliensi (p < 0,001), dengan persamaan regresi Y = 16,269 + 0,767X dan nilai R² sebesar 0,421. Artinya, kecerdasan emosi memberikan kontribusi sebesar 42,1% terhadap resiliensi. Sebagian besar responden memiliki kecerdasan emosi tinggi (55,6%) dan resiliensi tinggi (57,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi, semakin tinggi pula resiliensi perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran.