Stres kerja merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami karyawan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan kerja, termasuk konflik interpersonal. Dalam lingkungan kerja yang dinamis seperti DKI Jakarta, tingginya intensitas interaksi antarkaryawan dapat meningkatkan peluang terjadinya konflik yang berpotensi menambah tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik interpersonal terhadap stres kerja pada karyawan di wilayah DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental melalui metode survei. Sampel penelitian berjumlah 385 karyawan yang bekerja di wilayah DKI Jakarta, berusia minimal 18 tahun, dan memiliki masa kerja minimal enam bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposing sampling. Konflik interpersonal diukur menggunakan skala yang terdiri atas 10 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,891. Stres kerja diukur menggunakan skala stres kerja yang terdiri atas 12 item valid dengan reliabilitas sebesar 0,915. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja (B = 0,269; β = 0,430; p < 0,001). Nilai R² sebesar 0,185 menunjukkan bahwa konflik interpersonal menjelaskan 18,5% variasi stres kerja, sedangkan 81,5% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konflik interpersonal yang dialami karyawan, semakin tinggi pula stres kerja yang dirasakan.