Agita Rifdawati
Universitas Esa Unggul Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Keterlibatan Ayah Terhadap Psychological Well-Being pada Remaja Pasca Perceraian Orang Tua Agita Rifdawati; Yulisa Susanti
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.264

Abstract

Perceraian orang tua dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, terutama ketika perubahan struktur keluarga menyebabkan berkurangnya keterlibatan salah satu orang tua, khususnya ayah. Keterlibatan ayah tetap penting dalam mendukung perkembangan psikologis remaja meskipun ayah tidak lagi tinggal serumah setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah terhadap psychological well-being pada remaja pasca perceraian orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain model kausal dan analisis regresi linier sederhana. Sampel terdiri atas 110 remaja berusia 15-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keterlibatan ayah diukur menggunakan skala yang mencakup engagement, accessibility, dan responsibility, sedangkan psychological well-being diukur menggunakan Psychological Well-Being Short Scale. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883 untuk skala keterlibatan ayah dan 0,848 untuk skala psychological well-being. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883 untuk skala keterlibatan ayah dan 0,848 untuk skala psychological well-being. Hasil regresi menunjukkan bahwa model signifikan (F = 12,194; p = 0,001). Keterlibatan ayah memiliki koefisien regresi positif dan signifikan (B = 0,292; β = 0,319; t = 3,492; p = 0,001). Nilai R² sebesar 0,101 menunjukkan bahwa keterlibatan ayah menjelaskan 10,1% variasi psychological well-being. Dengan demikian, semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin tinggi pula psychological well-being yang diprediksi pada remaja pasca perceraian.