Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoriter terhadap fear of failure pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Sampel penelitian berjumlah 102 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang menempuh pendidikan di wilayah Jakarta dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Hasil pengujian instrumen menunjukkan bahwa seluruh aitem penelitian dinyatakan valid, dengan nilai reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,967 pada skala fear of failure dan 0,953 pada skala pola asuh otoriter. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh positif dan signifikan terhadap fear of failure pada mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien regresi sebesar 1,416, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,730. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap variasi fear of failure mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan mengalami ketakutan terhadap kegagalan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi orang tua, mahasiswa, dan praktisi psikologi untuk mengembangkan pola pengasuhan serta pendampingan psikologis yang lebih adaptif melalui komunikasi terbuka, dukungan emosional, dan pemaknaan kegagalan sebagai bagian dari proses perkembangan individu.