Aji Abdul Wahid
Universitas Garut, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN PEMBERDAYAAN UMKM WISATA DI ERA PROMOSI DIGITAL: STUDI EMPIRIS PADA KAWASAN SITU BAGENDIT KABUPATEN GARUT Rd. Ade Purnawan; De Rima; Aji Abdul Wahid
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i2.26200

Abstract

KKawasan wisata situ bagendit telah mengalami revitalisasi fisik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat. Akan tetapi realitas di lapngan menunjukkan kontradiksi yang cukup mendalam, kunjungan menyusut yang berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas ekonomi UMKM di dalam Kawasan antara lain terjadinya penurunan kios yang beroperasi, Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tantangan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) wisata di era promosi digital melalui analisis pengaruh Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut terhadap Pemberdayaan UMKM di destinasi Situ Bagendit. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi sasaran mencakup seluruh pelaku UMKM wisata aktif yang menggunakan fasilitas kios di kawasan wisata Situ Bagendit dengan jumlah populasi sebanyak 40 unit usaha. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah sensus (sampling jenuh) dengan melibatkan seluruh anggota populasi sebagai responden penelitian guna meniadakan kesalahan penarikan sampel (sampling error). Analisis data dilakukan dengan pengujian asumsi klasik dan regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian secara statistik menunjukkan bahwa Strategi IMC berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan UMKM wisata (t hitung = 7,123 > t tabel = 2,024, nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dengan koefisien determinasi R² = 57,2%). Namun, pengamatan deskriptif mengidentifikasi ketimpangan di mana dimensi Digital Marketing (2,82) dan Public Relations (2,66) berada pada kategori penilaian terendah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan di era promosi digital menghadapi tantangan kesenjangan digital (digital divide), di mana mayoritas pelaku usaha paruh baya (57,5%) memiliki keterbatasan literasi teknologi untuk mengadopsi taktik pemasaran digital yang digulirkan birokrasi secara mandiri. Kata Kunci : Strategi IMC, Pemberdayaan UMKM, Kesenjangan Digital, Pariwisata, Situ Bagendit.