Fuel Metering Unit (FMU) merupakan komponen utama sistem bahan bakar engine Rolls-Royce Trent 700 yang mengatur dan mengukur aliran bahan bakar menuju combustion chamber sesuai perintah Engine Electronic Controller (EEC). Selama periode 2023 sampai 2025 tercatat 55 kejadian unscheduled removal FMU P/N 702-03 pada armada Airbus A330-300 di PT XYZ yang berdampak pada keterlambatan penerbangan dan meningkatnya biaya perawatan, sementara nilai keandalan komponen tersebut belum pernah diukur secara kuantitatif sehingga strategi perawatan masih bersifat reaktif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Mean Time to Failure (MTTF) FMU, mengidentifikasi modus kegagalan yang menjadi prioritas penanganan, serta menyusun usulan interval dan tindakan perawatan untuk meningkatkan keandalan komponen. Penelitian menggunakan metode mixed methods karena permasalahan menuntut pengukuran statistik sekaligus penelusuran penyebab kegagalan yang hanya dapat diperoleh dari pengalaman personel perawatan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan distribusi Weibull dua parameter melalui median rank regression terhadap data Time to Failure yang diturunkan dari Time Since Installation, sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan kuesioner dan wawancara terhadap empat Aircraft Maintenance Engineer. Hasil penelitian menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 2,0137 dan scale parameter (η) sebesar 7.400,81 FH dengan koefisien determinasi 0,9748, sehingga FMU berada pada fase wear-out. Nilai MTTF diperoleh sebesar 6.558,02 flight hours dengan reliability tersisa 45,66 persen, dan sebanyak 34 unit atau 61,8 persen mengalami kegagalan sebelum mencapai MTTF. Analisis FMEA menempatkan electrical connector protective broken sebagai prioritas utama dengan Risk Priority Number 168, diikuti Housing Adjuster crack (105), HP fuel inlet broken (64), dan Heatshield scratches (48). Berdasarkan konsep B-Life, penelitian ini mengusulkan interval preventive maintenance 5.300 FH (B40 life) dengan functional check antara pada 3.500 FH, disertai pemeriksaan spesifik sesuai modus kegagalan dominan. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan data suspension dan analisis biaya.