Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan upaya pencegahan secara berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat. Rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berkontribusi terhadap tingginya risiko penularan DBD. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemberantasan jentik nyamuk sebagai upaya preventif dalam mewujudkan lingkungan sehat dan bebas DBD melalui gerakan Zero Larvae Movement. Kegiatan menggunakan desain pengabdian masyarakat berupa edukasi partisipatif dengan pendekatan One Group Pre-test-Posttest Design. Populasi kegiatan adalah masyarakat di kelurahan Kebalenan Kabupaten Banyuwangi, pada wilayah dengan kasus DBD tertinggi, dengan jumlah sampel sebanyak 15 peserta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif mengenai PSN, deteksi dini jentik Aedes aegypti, dan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian DBD. Analisis perubahan pengetahuan dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai dari 76,6 ± 6,94 pada pretest menjadi 90,3 ± 7,06 pada posttest (p < 0,05). Program Zero Larvae Movement tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi aktif dalam pemantauan jentik nyamuk, pelaksanaan PSN, dan pemeliharaan kebersihan lingkungan secara mandiri sebagai upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan.