Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha dari indentifikasi total pendapatan dan biaya yang dikeluarkan di Kabupaten Flores Timur berdasarkan jenis usaha. Metode pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama dilakukan pada tingkat kecamatan secara purposive diperoleh 2 Kecamatan Contoh. Penentuan Desa Contoh dilakukan secara purposive (sengaja) diperoleh 6 Desa Contoh. Penentuan responden dilakukan secara acak proposional, sehingga diperoleh 120 responden. Data analisis menggunakan analisis pendapatan, dan analisis finansial dengan menggunakan criteria NPV (Net Present Value), Net B/C (Benefit Cost Ratio), R/C Ratio (Revenue Cost Ratio), PayBack Period (PBP), dan BEP (Break Even Point). Analisis finansial menunjukkan nilai NPV pembibitan Rp.37.540.945, penggemukan Rp.42.103.349, dan kombinasi Rp48.508.895 pada discount factor sebesar 6%, nilai Net R/C ratio pembibitan 1,95, penggemukan 1,79, dan kombinasi 2,12, nilai B/C ratio pembibitan 0,95, penggemukan0,79, dan kombinasi 1,12, BEP harga pembibitan Rp907.483, penggemukan Rp4.041.602, dan kombinasi Rp4.256.890, BEP produksi pembibitan13 ekor, penggemukan 4 ekor, dan kombinasi 3 ekor, dan PBP pembibitan 0,41 Tahun, penggemukan 0,37, dan kombinasi 0,32 Tahun. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi di Kabupaten Flores Timur dari ketiga jenis usaha sudah menguntungkan dan layak secara finansial. Oleh karena itu usaha ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan.