Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Internet Sehat dan Aman untuk Pencegahan Kejahatan Siber pada Remaja: WORKSHOP DETEKSI DAN VERIFIKASI KONTEN DEEPFAKE BAGI SISWA SMK Dikky Suryadi; Adam Puspabhuana; Arif Siswandi
VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61946/vidheas.v4i1.205

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial memunculkan ancaman baru berupa kejahatan siber berbasis manipulasi digital, salah satunya deepfake, yang berisiko bagi remaja sebagai pengguna aktif internet. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengenali, memverifikasi, dan menyikapi konten digital yang berpotensi menyesatkan, sekaligus membangun kebiasaan berinternet yang sehat dan aman. Workshop dilaksanakan selama satu hari di Laboratorium Komputer SMK N 2 Cikarang Barat dengan melibatkan 18 siswa (13 laki-laki dan 5 perempuan) dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Akuntansi Bisnis. Materi disampaikan secara bertahap, meliputi internet sehat dan literasi digital, pengenalan jenis kejahatan siber seperti phishing, cyberbullying, dan hoaks, keamanan data pribadi, hingga praktik deteksi dan verifikasi konten deepfake menggunakan pendekatan triangulasi dan tools berbasis kecerdasan artifisial. Peserta juga dilatih membuat prototipe alat verifikasi sederhana berbasis JavaScript dan Large Language Model (LLM) API. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 10 peserta yang mengisi kuesioner secara lengkap, menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 29,72 menjadi 43,22 (skala maksimum 50), serta pergeseran proporsi jawaban kategori tinggi dari 34,44% menjadi 86,67%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung efektif meningkatkan literasi digital dan kesiapan remaja menghadapi ancaman kejahatan siber, serta relevan untuk dikembangkan berkelanjutan di sekolah lain.