Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanaman Pohon Pelindung sebagai Upaya Penghijauan Desa Koto Benai Revalina Andini; Anisa; Davina Wahyuningsih; Putri Indrawati; Safni Suswita; Candra Hidayat; Nurul Huda; Sarifatul Fitri; Diva Lestari; Ziadi Hasnil; Nurdiansyah; Rifnaldi
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1088

Abstract

Penghijauan lingkungan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan dan pemeliharaan vegetasi. Desa Koto Benai memiliki lingkungan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan penghijauan pada ruang publik dan kawasan sekitar sungai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan penanaman pohon pelindung sebagai upaya penghijauan Desa Koto Benai melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) bersama perangkat desa. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan koordinasi, persiapan bibit dan peralatan, penentuan lokasi, penanaman, serta pemeliharaan tanaman. Penanaman dilakukan pada dua lokasi, yaitu halaman Kantor Desa Koto Benai dan kawasan bantaran Sungai Kuantan. Jenis tanaman yang digunakan antara lain pohon mangga dan lain sebagainya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program penanaman dapat dilaksanakan melalui kerja sama antara mahasiswa Kukerta dan perangkat desa. Kegiatan menghasilkan penambahan vegetasi pada lingkungan desa sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya penghijauan dan pemeliharaan lingkungan. Keberlanjutan pemeliharaan tanaman menjadi aspek penting agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
Determinants of Community Participation in Organic Waste Management in Riau Province Eliyah Dwi Setyo Arti; Riau University; Yusmarini Yusmarini; Nurul Huda
Jurnal Hukum Vol 42, No 3 (2026): Vol 42 No 3 (2026)
Publisher : Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jh.v42i3.51619

Abstract

Organic waste management remains a major challenge in urban areas of Indonesia, including Pekanbaru City, Riau Province, where food and vegetable waste dominates daily waste generation. Although various waste reduction programs have been implemented, the level of community participation in organic waste management remains relatively low and is not yet fully supported by adequate infrastructure and sustainable policies. This study aimed to analyze factors associated with community participation in vegetable organic waste management and to identify the most dominant determinants influencing such participation. This study employed a quantitative design with an analytical survey approach in three sub-districts with the highest waste generation in Pekanbaru City. The study sample consisted of 399 households and 30 market vendors selected through random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Chi-square tests and multiple logistic regression. Bivariate analysis showed that knowledge, availability of facilities and infrastructure, social support and policies, and community actions were significantly associated with community participation, while attitudes showed no significant relationship. Multivariate analysis revealed that social support and policies were the most dominant determinants in increasing the likelihood of community participation, followed by community actions. Conversely, certain levels of knowledge had a negative and significant effect on participation, indicating the presence of a knowledge–action gap. Based on these findings, strengthening local waste management policies should focus on enhancing social support, ensuring policy consistency, providing adequate infrastructure, and encouraging concrete community actions to achieve sustainable participation in organic waste management.