Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Jeruk Limau Melalui Program Limasa untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kasang Limau Sundai Muhammad Akbar Muhajirin; Winda Natalia; Rendra Ardiansyah; Zahra Juandari; Tio Adriansyah; Wilna Destria; Amanda Eka Syahputri; Elsa Marditia; Fahlizha Maharani Arifin; Muhammad Tri Fajar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1119

Abstract

Program LIMASA merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi lokal berupa jeruk limau di Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh keberadaan tanaman jeruk limau yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat, sedangkan pemanfaatannya masih didominasi sebagai bahan pelengkap masakan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat dalam memanfaatkan jeruk limau sebagai bahan pendukung pembuatan sabun cuci piring. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan aplikatif dan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Sasaran utama kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar desa. Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta. Peserta terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun dan berhasil menghasilkan produk yang dapat dibawa pulang. Peserta juga menunjukkan ketertarikan untuk mencoba membuat produk secara mandiri setelah kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LIMASA dapat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat yang aplikatif karena menghubungkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan peningkatan keterampilan rumah tangga. Pengembangan selanjutnya diperlukan pada aspek formulasi, kemasan, analisis biaya produksi, pengujian mutu, dan pendampingan berkelanjutan agar kegiatan dapat berkembang menjadi program produktif yang berkelanjutan.