Winda Afikirtiani
Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Terapi Butterfly Hug terhadap Kecemasan pada Penderita Drug Abuse di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026 Zida Sufi Azizah; Ardinata; Winda Afikirtiani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2496

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba (drug abuse) dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya kecemasan yang ditandai dengan perasaan khawatir berlebihan, gelisah, sulit tidur, dan gangguan konsentrasi. Berdasarkan pra survei di Puskesmas Tanjung Harapan, sebagian pasien drug abuse mengalami kecemasan, sementara intervensi yang diberikan masih terbatas pada terapi farmakologis dan konseling. Tujuan: Tujuan karya ilmiah ini adalah menerapkan terapi Butterfly Hug untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita drug abuse di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien drug abuse yang mengalami ansietas. Intervensi dilakukan selama 3 hari meliputi pengkajian ansietas, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penerapan terapi Butterfly Hug sebagai teknik relaksasi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengontrol kecemasan secara mandiri. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada kedua pasien. Setelah intervensi, pasien tampak lebih tenang, tidak gelisah, mampu mengungkapkan perasaan, serta dapat melakukan teknik Butterfly Hug secara mandiri. Masalah ansietas pada kedua pasien dinyatakan teratasi sepenuhnya. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terapi Butterfly Hug efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan pada penderita drug abuse. Disarankan pasien menerapkan teknik ini secara mandiri dan perawat mengoptimalkan penggunaannya dalam praktik keperawatan jiwa.