Menik Herdwiyanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kuningan Jawa Barat Sheila Pamelia; Nanang Ruhyana; Menik Herdwiyanti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2499

Abstract

Mengetahui gambaran kepatuhan pasien diabetes melitus pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2025 berdasarkan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 39 peserta PROLANIS yang memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh dari rekam medis dan data kehadiran kegiatan PROLANIS, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Seluruh responden merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 (100%). Mayoritas responden berusia 45–59 tahun sebanyak 28 responden (71,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 27 responden (69,2%), memiliki riwayat diabetes melitus dalam keluarga sebanyak 29 responden (74,4%), dan memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebanyak 21 responden (53,8%). Seluruh responden memiliki status sosial ekonomi rendah (100%), sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 20 responden (51,3%), serta tidak bekerja sebanyak 27 responden (69,2%). Berdasarkan kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS, sebanyak 36 responden (92,3%) termasuk kategori patuh, sedangkan 3 responden (7,7%) termasuk kategori tidak patuh. Sebagian besar pasien diabetes melitus peserta PROLANIS di Puskesmas Kramatmulya memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam mengikuti kegiatan PROLANIS. Tingginya kepatuhan peserta diharapkan dapat mendukung keberhasilan pengelolaan diabetes melitus, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta membantu mencegah terjadinya komplikasi melalui pemantauan kesehatan dan edukasi yang berkesinambungan.