Thysa Tysmelia Affandi
Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Imunisasi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cibingbin Aliya Rohmah Aliyati; Defa Rahmatun Nisa'a; Thysa Tysmelia Affandi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2535

Abstract

Status gizi balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, serta kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan kelengkapan imunisasi merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan balita serta mencegah gangguan gizi. Menganalisis hubungan frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi dengan status gizi anak usia 2–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Cibingbin. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 207 anak yang dipilih melalui consecutive sampling. Data diperoleh dari register Posyandu, Buku KIA, KMS, serta pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan. Status gizi dinilai berdasarkan indikator BB/TB. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar anak rutin mengunjungi Posyandu (84,1%), memiliki imunisasi lengkap (75,8%), dan berstatus gizi normal (76,8%). Frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi masing-masing berhubungan dengan status gizi (keduanya p<0,001). Model regresi logistik biner signifikan (χ²=41,955; p<0,001) dengan Nagelkerke R²=0,277. Setelah dikontrol oleh riwayat imunisasi, kunjungan Posyandu rutin berhubungan dengan peluang 9,608 kali untuk memiliki status gizi normal (AOR=9,608; IK95%: 3,521–26,220; p<0,001). Riwayat imunisasi tidak berhubungan secara independen setelah dikontrol oleh frekuensi kunjungan Posyandu (AOR=1,797; IK95%: 0,717–4,502; p=0,211). Frekuensi kunjungan Posyandu merupakan variabel yang berhubungan paling dominan dengan status gizi normal anak usia 2–5 tahun.