Nuzul Gyanata Adiwisastra
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Gyssens dan ATC/DDD terhadap Outcome Klinis Pasien Rawat Inap Diare Anak di Salah Satu RS Kota Bekasi Alifa Lammima Adinda Riyadi; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Masita Sari Dewi; Ulyati Ulfah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2606

Abstract

Penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien anak dengan diare perlu diperhatikan untuk memastikan terapi sesuai indikasi dan mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan lama rawat inap dan outcome klinis pasien anak dengan diare di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bekasi periode tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif dan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik paling banyak termasuk kategori 0 sebanyak 65 pasien (56,5%), kategori I sebanyak 37 pasien (32,2%), kategori IIA sebanyak 3 pasien (2,6%), dan kategori IVA sebanyak 10 pasien (8,7%). Ceftriaxone merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi sebesar 34,88 DDD/100 patient-days. Sebanyak 82 pasien (71,3%) sembuh dan 33 pasien (28,7%) membutuhkan perawatan lebih lama. Hasil uji Chi-Square dan Fisher's Exact tidak menemukan hubungan bermakna antara kategori Gyssens, jumlah antibiotik, maupun nilai ATC/DDD dengan lama rawat inap ataupun outcome klinis (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah rasional, dengan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan, namun belum ditemukan hubungan statistik antara penggunaan antibiotik dengan luaran klinis pasien.