Mukhlish Luthfi Khoiruddin
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya Mukhlish Luthfi Khoiruddin
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2616

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, sedangkan kepatuhan penggunaan obat menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat, gambaran pengendalian tekanan darah, dan hubungan keduanya pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sebanyak 104 responden dipilih dari populasi 140 pasien menggunakan purposive sampling. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan pengendalian tekanan darah dinilai melalui pengukuran tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 90 responden (86,5%) memiliki kepatuhan rendah, 11 responden (10,6%) kepatuhan sedang, dan 3 responden (2,9%) kepatuhan tinggi. Tekanan darah tidak terkontrol ditemukan pada 59 responden (56,7%), sedangkan 45 responden (43,3%) terkontrol. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dan pengendalian tekanan darah (p=0,694). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan obat saja belum cukup menjelaskan pengendalian tekanan darah pada lansia, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi, pemantauan tekanan darah, modifikasi gaya hidup, dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan.