Ahmad Mu’azim Abidin
Magister Manajemen, Universitas Internasional Semen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Post-Assessment Feedback dan Keadilan Prosedural pada e-HRM BUMN Ahmad Mu’azim Abidin; Rooswanti Putri Adi Agustini; Gatot Kustyadji
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 4 (2026): August: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengapa perluasan akses asesmen talenta digital tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan pekerja, dengan memusatkan analisis pada mekanisme umpan balik (feedback) pasca-asesmen dan persepsi keadilan prosedural di sebuah BUMN manufaktur Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal kualitatif dengan pendekatan multilevel. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan informan yang merepresentasikan manajemen strategis, fungsi Human Capital, pengelola platform in-house e-HRM, manajer lini, karyawan tetap, dan tenaga alih daya, kemudian ditriangulasi dengan observasi non-partisipan dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absennya mekanisme umpan balik pasca-asesmen yang terinstitusionalisasi menciptakan tiga pola ketidakpastian: (1) informan menerima informasi hasil yang parsial tanpa penjelasan implikasinya; (2) tidak tersedianya kejelasan mengenai kriteria dan waktu tindak lanjut; dan (3) munculnya fluktuasi ekspektasi psikologis ketika hasil asesmen yang baik tidak diikuti peluang pengembangan yang nyata. Ketidakpastian tersebut dirasakan lebih tajam oleh tenaga alih daya yang menghadapi batas mobilitas struktural. Temuan ini mengindikasikan bahwa kredibilitas sistem asesmen digital tidak ditentukan oleh keterbukaan akses pada tahap identifikasi, melainkan oleh jaminan keadilan prosedural pada tahap pasca-asesmen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital manajemen talenta di BUMN manufaktur menuntut pelembagaan mekanisme umpan balik yang transparan, konsisten, dan akuntabel agar tidak mendegradasi employee well-being.