Ahmad Riza Aditya Yulianto
Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor, Jalan Kumbang, Bogor, Indonesia, 16128

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalence and Identification of Endoparasites in Broiler Parent Stock at a Poultry Farm in Darangdan Village, Purwakarta: Prevalensi dan Identifikasi Endoparasit pada Parent Stock Broiler di Peternakan Ayam Desa Darangdan, Purwakarta Ahmad Riza Aditya Yulianto; Tetty Barunawati Siagian
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v27i2.2026.68-77

Abstract

Ayam broiler parent stock rentan terhadap infeksi endoparasit yang dapat mengganggu kesehatan, penyerapan nutrisi, dan performa produksi. Pemantauan endoparasit penting dilakukan karena infeksi Eimeria sp. dapat mengganggu kondisi kesehatan ayam dan berpotensi memengaruhi produktivitas, sementara informasi mengenai endoparasit pada parent stock di wilayah Purwakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi dan mengidentifikasi jenis endoparasit pada ayam broiler parent stock di Peternakan Ayam Desa Darangdan, Purwakarta. Sebanyak 100 sampel feses diperiksa menggunakan metode flotasi dan McMaster. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan telur cacing, tetapi ookista ditemukan pada 37 sampel dengan prevalensi sebesar 37%. Rata-rata jumlah ookista per gram feses (OPG) sebesar 626,54 yang tergolong infeksi ringan. Berdasarkan karakteristik morfologinya, ookista diidentifikasi sebagai Eimeria sp. Faktor lingkungan dan manajemen pemeliharaan, seperti suhu, kelembapan, umur ayam, dan sanitasi, diduga berperan terhadap keberadaan Eimeria sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi Eimeria sp. masih ditemukan pada ayam broiler parent stock sehingga pemantauan dan penerapan manajemen kesehatan serta sanitasi perlu dilakukan secara berkelanjutan.