Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Tim Kurikulum Dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pengajar Kajian Kitab Amtsilati Di Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal Rahma Alisia Balqis; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3162

Abstract

Pendidikan Islam telah berkembang menjadi sistem yang lebih modern dan mandiri. Terdapat berbagai sumber belajar yang tersedia untuk penunjang pendidikan Islam, salah satunya adalah kitab kuning. Kitab kuning adalah sumber data penting dalam kajian Islam, berisi berbagai macam cabang ilmu agama Islam, seperti fiqih, aqidah, tasawuf, etika, dan tata bahasa. Pendidikan Islam tidak terlepas dari peran guru, sehingga kompetensi pedagogik guru sangat penting untuk melaksanakan tugas dalam mengajar dengan efektif dan efisien. Kasus yang sering terjadi di lingkungan lembaga pendidikan adalah banyak guru yang masih belum memahami metode pengajaran yang efektif dan inovatif, terutama pada metode pengajaran kitab kuning. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, didukung dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi yang menggabungkan berbagai sumber data untuk meningkatkan keabsahan dan validitas data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program peningkatan kompetensi pedagogik guru Amtsilati yang dilakukan oleh tim kurikulum sudah berjalan dengan baik dengan menerapkan standar yang disusun berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan dengan jelas, terukur, dan mengikat bagi pengajar. Para guru Amtsilati juga telah melalui evaluasi dan mempunyai sertifikasi, serta menerapakan berbagai langkah konkret seperti pembinaan berupa pelaksanaan BIMTEK, pelatihan berjenjang dan forum MGMP secara berkala. Selain itu, dilakukan pula peningkatan fasilitas pembelajaran dan pemerolehan dukungan dari pimpinan pesantren, sehingga beberapa penghambat yang dialami, seperti seringnya perubahan kebijakan dan kurikulum yang terjadi dan beberapa fasilitas yang belum memadai dapat teratasi.