Agnes Jevi Rialita
Instiut Agama Islam Darul ‘Amal Metro, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Santri Melalui Penguatan Literasi Digital dan Edukasi Cashless Transaction di Era Ekonomi Digital Merly Cahya Putri; Agnes Jevi Rialita; Nur Aeni
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v4i1.124

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong transformasi sistem pembayaran dari transaksi tunai menuju transaksi non-tunai (cashless transaction) yang berdampak pada berbagai kalangan, termasuk santri di lingkungan pesantren. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan edukasi penggunaan cashless transaction yang bijak bagi santri Pondok Pesantren Darul 'Amal Kota Metro. Program dilaksanakan melalui empat tahapan: observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi wawancara, penyebaran angket, pre-test dan post-test, serta simulasi penggunaan QRIS, mobile banking, dan dompet digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri pada berbagai aspek literasi digital, meliputi konsep transaksi cashless, manfaat dan risiko transaksi digital, keamanan data pribadi, penggunaan QRIS dan dompet digital, serta pengelolaan keuangan sederhana. Selain itu, program memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan perilaku santri dalam memanfaatkan teknologi keuangan digital secara lebih bertanggung jawab. Santri menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, menghindari risiko penipuan digital, serta lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan mengendalikan perilaku konsumtif. Program ini berkontribusi pada pembentukan generasi santri yang cakap digital, bertanggung jawab dalam bertransaksi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakteristik pendidikan pesantren.