Annisa Virly Kusuma Dewi
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Konseling Kognitif-Afirmatif Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mereduksi Kecemasan Sosial Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Annisa Virly Kusuma Dewi; Wiwin Andriani
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321063200

Abstract

Kecemasan sosial pada siswa sekolah menengah kejuruan sering kali terabaikan, padahal berdampak langsung pada partisipasi belajar dan kesiapan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kecemasan sosial siswa serta strategi intervensi konseling yang diterapkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dihimpun melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap 1 Guru BK sebagai informan utama dan 5 siswa teridentifikasi cemas sosial sebagai informan pendukung melalui purposive sampling. Analisis data kualitatif mengungkapkan tiga tema utama akar pemicu kecemasan sosial siswa, yaitu: (1) trauma penolakan kawan sebaya (peer rejection), (2) kekhawatiran terhadap figur otoritas tegas, dan (3) pengaruh konflik emosional keluarga. Guru BK merespons fenomena ini melalui intervensi bertahap yang mengombinasikan konseling individual kognitif-afirmatif, bimbingan kelompok suportif, dan eco art therapy. Hasil penelitian menunjukkan adanya reduksi gejala kecemasan sosial yang ditandai dengan bertambahnya keterbukaan emosional, kontak mata yang membaik, serta keberanian berinteraksi di kelas. Kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kemampuan Guru BK dalam membangun ketersambungan emosional informal sebelum memasuki sesi konseling formal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembakuan administrasi pendokumentasian konseling guna mendukung evaluasi perkembangan siswa secara berkelanjutan.