Minyak jelantah rumah tangga di Desa Penompo belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian masih diperlakukan sebagai limbah, sementara anggota PKK memiliki keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dalam pengolahannya menjadi produk kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam mengenali potensi pemanfaatan minyak jelantah dan membangun keterampilan dasar pengolahannya menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan sekitar 30 anggota PKK. Metode menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik yang mencakup edukasi lingkungan, demonstrasi, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi deskriptif terhadap pemahaman, keterampilan awal, dan produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengenalan mengenai dampak dan alternatif pemanfaatan minyak jelantah, terlibat langsung dalam pengolahan, serta mampu mengikuti proses produksi dengan pendampingan. Kegiatan menghasilkan beberapa prototipe lilin aromaterapi dengan variasi warna dan aroma sebagai luaran konkret pelatihan. Peserta juga memperoleh pengenalan awal mengenai potensi nilai jual produk, meskipun kegiatan belum mencakup standardisasi kualitas, analisis biaya, uji pasar, maupun pengukuran dampak pendapatan. Dengan demikian, kegiatan terutama menghasilkan peningkatan kapasitas awal berupa pemahaman pemanfaatan limbah, pengalaman produksi, dan kesiapan peserta untuk mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan. Pendampingan berikutnya perlu diarahkan pada kemandirian produksi, standardisasi produk, pengemasan, perhitungan biaya, dan uji pasar terbatas.