p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
B. Setiawan
Sriwijaya University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMILIHAN OPTIMUM PIT LIMIT BERDASARKAN VOLATILITAS HARGA BATUBARA MENGGUNAKAN DISCOUNTED CASH FLOW V. Hardiman; E. Ibrahim; B. Setiawan; M. Yusuf
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2260

Abstract

Nilai cadangan total dari sebuah pit pada tambang terbuka batubara didapatkan dari pemilihan pit shell dengan Net Present Value (NPV) tertinggi dari keseluruhan hasil pit optimasi yang telah dilakukan dengan bantuan perangkat lunak dengan algoritma tertentu. Pada umumnya NPV dihitung menggunakan harga batubara acuan (HBA) terbaru pada saat perhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan fluktuasi harga yang pernah terjadi. Sehingga nilai yang didapatkan tidak relevan lagi apabila terjadi perubahan harga yang sinifikan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimum pit shell dari setiap hasil pit optimisasi dengan melakukan simulasi keekonomian menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) berdasarkan volatilitas harga jual batubara historis. Metode DCF dipilih untuk mengambil keputusan karena mudah dipahami dan cepat diadopsi. Sifat dari metode ini sangat sensitif terhadap perubahan kecil dalam tingkat diskonto dan asumsi tingkat pertumbuhan. Metode DCF memperhitungkan NPV dari aliran kas berdasarkan harga jual komoditas bahan galian yang dianggap konstan dengan menetapkan discount factor. Volatilitas mewakili tingkat risiko suatu proyek yang dilihat dari perubahan harga jual dalam periode tertentu di masa lampau. Tahapan yang dilakukan mulai dari melakukan validasi model geologi, perhitungan break even stripping ratio, proses pit optimasi, perhitungan volatilitas harga batubara, sampai dengan valuasi DCF. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan optimum pit shell antara penggunaan HBA aktual dengan harga yang telah didiskon dengan volatilitas. Pit shell optimum dengan menggunakan volatilitas memiliki cadangan yang lebih rendah daripada pit shell optimum dengan penggunaan harga aktual HBA.
EVALUASI EKONOMI PROSES PENCUCIAN BIJIH TIMAH TANPA SLUICE BOX PADA KAPAL ISAP PRODUKSI (KIP) DI LAUT MATRAS SUNGAILIAT N. Kohirozi; E. Ibrahim; B. Setiawan
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi ekonomi dari proses pengolahan bijih timah pada Kapal Isap Produksi (KIP) di PT Timah Tbk, khususnya dengan menghilangkan fungsi sluice box dalam proses pencucian. Sejak dioperasikannya KIP pada tahun 2008, proses pencucian bijih timah telah mengalami beberapa perubahan untuk mengoptimalkan penanganan material dan konsentrat. Awalnya konsentrat hasil Jig Clean Up (Kompartemen A, B, dan C) dicuci kembali di sluice box untuk meningkatkan kadar Sn hingga lebih dari 50%. Namun, Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dari proses ini sering dibuang ke laut karena keterbatasan penyimpanan dan alat angkut. Saat ini, dengan ketersediaan alat angkut dan hasil analisis yang menunjukkan kadar Sn pada SHP (berkisar 4-10%) masih ekonomis, SHP dikumpulkan kembali. Perhitungan menunjukkan bahwa konsentrat bijih timah dari Jig Clean Up tidak lagi memerlukan proses di sluice box dan dapat langsung dikirim ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT). Pemotongan proses ini menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp 2.306.742,- per pengiriman (30 ton ore) atau sekitar 4,37% lebih rendah dari metode eksisting. Penghematan biaya ini bukan sekadar pengurangan angka, melainkan cerminan dari keputusan strategis PT Timah Tbk untuk terus mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saingnya di pasar komoditas global yang fluktuatif. Selain itu, tenaga kerja yang sebelumnya dialokasikan untuk pengoperasian sluice box dapat dialihkan untuk kegiatan perawatan alat pencucian di KIP, menjaga variabel jig tetap stabil, dan meminimalkan kehilangan material.
ANALISIS KESTABILAN LERENG RE-MINING MELALUI INTEGRASI PARAMETER DRAINED DAN UNDRAINED SU(Z): OPD MAHAYUNG T. A. Kurniawan; M. Asof; B. Setiawan
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penggalian ulang re-mining pada material timbunan out-of-pit dump (OPD) Mahayung PT Bukit Asam Tbk dilakukan untuk mengekspos cadangan batubara ekonomis yang belum tertambang. Penggalian ini memiliki risiko geoteknik yang tinggi akibat heterogenitas material dan potensi pemotongan kaki lereng (toe cutting) timbunan yang mereduksi tahanan geser dan menurunkan nilai FK yang berpotensi memicu kelongsoran. Penelitian ini mengevaluasi kestabilan lereng re-mining pada tiga penampang sayatan (A–A’, B–B’, dan C–C’) melalui pendekatan integratif parameter kuat geser drained dan undrained. Metodologi penelitian menggabungkan investigasi lapangan berupa 14 titik Standard Penetration Test (SPT) dengan kedalaman investigasi 23-80 meter dan uji laboratorium (Triaxial UU serta Direct Shear). Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan parameter kuat geser tak terdrainase sebagai fungsi kedalaman, Su(z), yang dikalibrasi berdasarkan hubungan SPT–UU untuk merepresentasikan profil kekuatan aktual akibat proses konsolidasi timbunan. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) pada perangkat lunak SLOPE/W menggunakan (Drained Mohr-Coulomb) dan (Undrained Su(z)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Su(z) memberikan estimasi Faktor Keamanan (FK) yang lebih konservatif, dengan deviasi penurunan FK −22,75% hingga −33,46% dibandingkan asumsi drained Mohr-Coulomb. Identifikasi bidang gelincir kritis menunjukkan bahwa stabilitas sangat sensitif terhadap pemotongan kaki lereng. Integrasi profil Su(z) berfungsi untuk mencegah estimasi kestabilan lereng yang terlalu optimis (over-estimate) sehingga menjadi parameter krusial dalam menjamin operasional re-mining yang aman.