Limited productive land and growing food needs require food-security strategies that extend beyond production and strengthen community capacity and self-reliance. However, catfish farming in restricted containers is often viewed primarily as a technical solution, while its potential as a means of group empowerment remains less explored. This activity aimed to develop the knowledge and skills of members of the “NAMAMU” Women Farmers’ Group while strengthening group self-reliance through catfish farming in water gallons. The activity employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through group discussions, in-depth interviews, observation, hands-on farming practice, and descriptive qualitative analysis. The activity strengthened practical capacity, local resource utilization, participation and cooperation, and members’ commitment to continue the activity collectively and consistently. Its contribution lies in positioning catfish farming as an empowerment instrument that connects group capacity, social capital, self-reliance, and the potential to support household food security. Abstrak Keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan menuntut strategi ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat. Namun, budidaya lele dalam wadah terbatas masih lebih sering dipandang sebagai solusi teknis, sementara potensinya sebagai sarana pemberdayaan kelompok belum banyak dikaji. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT “NAMAMU” sekaligus memperkuat kemandirian kelompok melalui budidaya lele dalam galon. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui diskusi kelompok, wawancara mendalam, observasi, praktik budidaya, dan analisis deskriptif kualitatif. Kegiatan menghasilkan penguatan kapasitas praktis, pemanfaatan sumber daya lokal, partisipasi dan kerja sama, serta komitmen anggota untuk melanjutkan kegiatan secara kolektif dan konsisten. Kontribusi kegiatan terletak pada pengembangan budidaya lele sebagai instrumen pemberdayaan yang menghubungkan kapasitas kelompok, modal sosial, kemandirian, dan potensi ketahanan pangan keluarga.