Studi ini berupaya mengungkap bagaimana pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dijalankan, bagaimana kondisi kesehatan mental siswa saat ini, serta sejauh mana efektivitas pendekatan Bimbingan Konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental siswa di MTs Swasta PAB 3 yang berbasis Islam. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berpendekatan deskriptif. Untuk memperoleh data, peneliti menempuh tiga teknik pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah, wali kelas, serta siswa MTs Swasta PAB 3. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam ditempuh melalui layanan klasikal serta konseling individual, dengan memadukan nilai-nilai Islam berupa pemberian nasihat yang bersifat Islami, muhasabah diri, pembiasaan ibadah, kegiatan membaca Al-Qur'an, dan penanaman akhlak mulia pada diri siswa. Kondisi kesehatan mental siswa menunjukkan adanya berbagai permasalahan yang dipengaruhi oleh faktor keluarga, lingkungan pergaulan, konflik sosial, dan rendahnya motivasi belajar. Meskipun demikian, sebagian siswa menunjukkan kesadaran diri, keinginan untuk berubah, dan kemampuan menerima arahan setelah mengikuti layanan konseling. Lebih lanjut, temuan penelitian mengindikasikan bahwa pendekatan Bimbingan Konseling Islam cukup berhasil dalam meningkatkan kesehatan mental siswa, sebagaimana terlihat dari perubahan sikap, penguatan kesadaran diri, dan peningkatan aspek spiritual. Akan tetapi, tingkat efektivitasnya belum mencapai titik optimal akibat sejumlah faktor yang masih memengaruhi, di antaranya faktor keluarga, lingkungan sosial, stigma terhadap layanan BK, serta belum adanya program khusus terkait kesehatan mental di lingkungan sekolah.