Rini Rinawati
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paralanguage dalam Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Pontianak di Bandung Faza Arindra Nur Rachman; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management 287 - 296
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23874

Abstract

This study discusses the process of paralanguage adaptation among Pontianak students in intercultural communication in Bandung. Differences in accent, intonation, voice volume, and pronunciation became communication challenges experienced by Pontianak students when interacting with local communities in both social and academic environments. This study aims to describe the experiences of Pontianak students in adapting their paralanguage, identify the forms of paralanguage adaptation they perform, and analyze the challenges they encounter during intercultural communication in Bandung. The study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews and observations involving five Pontianak students as key informants and three additional informants for source triangulation. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that Pontianak students experienced differences in interpreting speaking styles, intonation, and language use in daily communication. The adaptation process occurred gradually through observation, communication style adjustment, the use of Indonesian language, and involvement in Bandung’s social environment. Communication challenges included misunderstandings caused by intonation differences, difficulties in understanding Sundanese conversations, and feelings of awkwardness regarding pronunciation differences. This study shows that paralanguage plays an important role in the intercultural The findings indicate that paralanguage adaptation is a dynamic intercultural communication process involving communication style adjustment, cultural understanding, and continuous interaction with the local community in Bandung.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Pontianak dalam menyesuaikan penggunaan paralanguage, mengidentifikasi bentuk-bentuk adaptasi paralanguage yang dilakukan, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam komunikasi lintas budaya di Bandung. Perbedaan logat, intonasi, volume suara, dan pelafalan menjadi tantangan komunikasi yang dialami mahasiswa Pontianak ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal di lingkungan sosial maupun akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, proses adaptasi, serta tantangan paralanguage yang dialami mahasiswa Pontianak di Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima mahasiswa asal Pontianak sebagai informan utama serta tiga informan tambahan untuk triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pontianak mengalami perbedaan pemaknaan terhadap gaya bicara, intonasi, dan penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Proses adaptasi dilakukan secara bertahap melalui pengamatan, penyesuaian gaya komunikasi, penggunaan bahasa Indonesia, serta keterlibatan dalam lingkungan sosial di Bandung. Tantangan komunikasi yang muncul meliputi kesalahpahaman akibat intonasi, kesulitan memahami bahasa Sunda, hingga rasa canggung terhadap perbedaan pelafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi paralanguage merupakan proses komunikasi lintas budaya yang berlangsung secara dinamis melalui penyesuaian gaya berbicara, pemahaman budaya lokal, dan interaksi berkelanjutan dengan masyarakat Bandung.
Komunikasi Nonverbal Mahasiswa Indonesia dalam Interaksi Antarbudaya di Bangkok Salma Mardhiyyah Rizain; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management 819 - 826
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25301

Abstract

This study is motivated by the language barriers experienced by Indonesian students participating in the Summer Course program in Bangkok when interacting with local Thai communities, which encouraged the use of nonverbal communication as a means of conveying intentions and building understanding in an intercultural context. This study aims to analyze the use of nonverbal communication by Indonesian students through facial expressions, body gestures, eye contact, posture, and body movements in daily interactions with local communities in Bangkok. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The findings indicate that nonverbal communication became the primary strategy used by students to overcome verbal communication barriers. Facial expressions were used to express confusion, comfort, and build mutual understanding. Body gestures were utilized as substitutes for verbal communication, particularly in daily activities. Eye contact was used to show attention, interpret responses, and maintain communication flow. Meanwhile, posture and body movements reflected adjustments to Thai cultural norms as part of an intercultural adaptation process. Therefore, nonverbal communication plays an important role in supporting students’ interactions with local communities during the Summer Course program.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan bahasa yang dialami mahasiswa Indonesia peserta Summer Course di Bangkok saat berinteraksi dengan masyarakat lokal Thailand, sehingga mendorong penggunaan komunikasi nonverbal sebagai sarana penyampaian maksud dan membangun pemahaman dalam konteks antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan komunikasi nonverbal mahasiswa Indonesia melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, serta postur dan gerak tubuh dalam interaksi sehari-hari dengan masyarakat lokal di Bangkok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal menjadi strategi utama mahasiswa dalam mengatasi hambatan komunikasi verbal. Ekspresi wajah digunakan untuk menunjukkan kebingungan, kenyamanan, dan membangun pemahaman bersama. Gestur tubuh dimanfaatkan sebagai pengganti komunikasi verbal, terutama dalam aktivitas sehari-hari. Kontak mata digunakan untuk menunjukkan perhatian, membaca respon, dan menjaga alur komunikasi. Sementara itu, postur dan gerak tubuh menunjukkan adanya penyesuaian terhadap norma budaya Thailand sebagai bagian dari proses adaptasi antarbudaya. Dengan demikian, komunikasi nonverbal berperan penting dalam mendukung interaksi mahasiswa dengan masyarakat lokal selama program Summer Course.