Septiawan Santana Kurnia
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Persuasif @arthaadaa dalam Membangun Citra Merek di TikTok Muhammad Fathur Baharsyah; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Communication Management 391 - 398
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24080

Abstract

TikTok has become one of the most influential digital marketing platforms, enabling influencers to play a strategic role in shaping brand image through persuasive communication. However, studies examining how verbal and nonverbal communication elements contribute to brand image formation remain limited. This study aims to analyze the persuasive marketing strategies employed by the TikTok influencer @arthaadaa in building brand image through vocal intonation, exaggerated facial expressions, and relatable language during the period of October 2025 to January 2026. This research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation of promotional TikTok content and digital documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that distinctive vocal intonation successfully captures audience attention and reinforces promotional messages. Exaggerated facial expressions create authenticity and enhance the visual attractiveness of the content, while relatable language fosters emotional closeness and strengthens audience engagement. The integration of these three communication elements forms an effective persuasive marketing strategy that contributes to a positive brand image. This study concludes that successful digital marketing communication depends not only on promotional content but also on how persuasive messages are delivered through verbal and nonverbal communication that aligns with the characteristics of TikTok audiences.cultural communication, social acceptance, and repeated interaction.   Perkembangan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital telah mendorong munculnya influencer sebagai komunikator yang berperan dalam membangun citra merek. Meskipun influencer banyak dimanfaatkan oleh berbagai merek, kajian mengenai bagaimana unsur komunikasi verbal dan nonverbal membentuk citra merek masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran persuasif yang diterapkan influencer @arthaadaa dalam membangun citra merek melalui penggunaan intonasi suara, ekspresi wajah yang berlebihan, dan bahasa pendekatan yang relate pada konten TikTok selama Oktober 2025 hingga Januari 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten promosi TikTok dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intonasi suara yang khas mampu menarik perhatian audiens dan memperkuat penyampaian pesan promosi, ekspresi wajah yang berlebihan menciptakan kesan autentik serta meningkatkan daya tarik visual konten, sedangkan bahasa pendekatan yang relate membangun kedekatan emosional dengan audiens. Ketiga unsur tersebut membentuk strategi pemasaran persuasif yang efektif dalam membangun citra merek melalui konten TikTok. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran digital ditentukan oleh kemampuan influencer mengemas pesan secara persuasif melalui perpaduan unsur verbal dan nonverbal yang sesuai dengan karakteristik audiens media sosial.